
Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Timur mendorong pemerintah daerah untuk memperluas cakupan skrining HIV di wilayahnya. Langkah ini dinilai krusial untuk mendeteksi dini penyebaran virus dan memberikan penanganan yang lebih efektif kepada masyarakat.
Dalam pembahasan, anggota pansus menyoroti kebutuhan anggaran yang memadai untuk mendukung program tersebut. Mereka menekankan bahwa tanpa alokasi dana yang cukup, upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS tidak akan berjalan optimal.
Skrining HIV dianggap sebagai langkah awal yang penting untuk mengendalikan epidemi, terutama di daerah dengan angka risiko tinggi. Pansus berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran khusus yang terintegrasi dengan program kesehatan lainnya.
Selain itu, mereka juga mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar lebih banyak orang sadar akan pentingnya tes HIV dan pengobatan dini. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan angka infeksi baru dapat ditekan dan kualitas hidup pengidap HIV meningkat.