Panduan Lengkap Imunisasi Bayi 2026: Jadwal dan Jenis Vaksin Sesuai Rekomendasi IDAI

Home blog Panduan Lengkap Imunisasi Bayi 2026: Jadwal dan Jenis Vaksin Sesuai Rekomendasi IDAI
Panduan Lengkap Imunisasi Bayi 2026: Jadwal dan Jenis Vaksin Sesuai Rekomendasi IDAI
Panduan Lengkap Imunisasi Bayi 2026: Jadwal dan Jenis Vaksin Sesuai Rekomendasi IDAI

Menjaga kesehatan si kecil sejak dini adalah prioritas utama setiap orang tua. Salah satu langkah paling penting adalah memberikan imunisasi sesuai jadwal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merilis panduan terbaru untuk tahun 2026, yang memuat urutan pemberian vaksin berdasarkan usia dan jenisnya.

Mengapa Imunisasi Penting?

Imunisasi tidak hanya melindungi bayi dari penyakit berbahaya, tetapi juga membantu membangun kekebalan tubuh secara optimal. Dengan mengikuti jadwal yang tepat, Anda turut mencegah penyebaran wabah di masyarakat.

Jadwal Imunisasi Bayi 2026 Versi IDAI

Berikut adalah rincian jadwal imunisasi yang direkomendasikan, mulai dari bayi baru lahir hingga usia 18 bulan:

0–1 Bulan

  • Hepatitis B (HB-0) — diberikan segera setelah lahir, idealnya dalam 12 jam pertama.
  • BCG — untuk mencegah tuberkulosis berat, diberikan pada usia 1 bulan.
  • Polio tetes (OPV) — dosis pertama.

2 Bulan

  • DPT-HB-Hib (pentavalen) — dosis pertama.
  • Polio suntik (IPV) — dosis pertama.
  • Rotavirus — dosis pertama (oral).
  • PCV (Pneumokokus) — dosis pertama.

3 Bulan

  • DPT-HB-Hib — dosis kedua.
  • Polio tetes (OPV) — dosis kedua.
  • Rotavirus — dosis kedua.

4 Bulan

  • DPT-HB-Hib — dosis ketiga.
  • Polio suntik (IPV) — dosis kedua.
  • PCV — dosis kedua.
  • Rotavirus — dosis ketiga (bila diperlukan).

6 Bulan

  • DPT-HB-Hib — dosis keempat (booster pertama).
  • Polio tetes (OPV) — dosis ketiga.
  • Influenza — dosis pertama (diulang setiap tahun).

9 Bulan

  • Campak-Rubela (MR) — dosis pertama.
  • PCV — dosis ketiga (booster).

12–15 Bulan

  • MMR (Campak, Gondong, Rubela) — pengganti MR jika perlu.
  • Varicella (cacar air) — dosis pertama.
  • Hepatitis A — dosis pertama.
  • Booster DPT-HB-Hib — dosis kelima.
  • Booster Polio — OPV atau IPV.

18 Bulan

  • Booster Campak-Rubela (MR) — dosis kedua.
  • Booster Varicella — dosis kedua (jika sudah mendapat dosis pertama).

Tips bagi Orang Tua

Selalu bawa buku KIA atau kartu imunisasi saat ke posyandu atau fasilitas kesehatan. Catat setiap vaksin yang diterima bayi agar tidak terlewat. Jika ada efek samping ringan seperti demam atau kemerahan di tempat suntikan, jangan panik. Konsultasikan dengan dokter jika keluhan berlanjut.

Dengan mengikuti panduan IDAI, Anda telah memberikan perlindungan terbaik untuk masa depan si kecil. Jangan tunda imunisasi demi kesehatan optimal.