
Pakar: Rokok Sebabkan Kanker, Tapi Nikotin Bukan Biang Utamanya
Seorang ahli kesehatan menegaskan bahwa meskipun rokok memang menjadi salah satu penyebab utama kanker, namun unsur nikotin di dalamnya bukanlah faktor paling dominan yang memicu penyakit mematikan tersebut. Pernyataan ini mengklarifikasi anggapan umum yang sering salah kaprah di masyarakat.
Menurut sang pakar, kandungan nikotin lebih bersifat adiktif atau menyebabkan ketergantungan, bukan agen karsinogenik utama. Zat-zat lain dalam asap rokok, seperti tar, benzena, formaldehida, dan senyawa kimia berbahaya lainnya, justru memiliki peran lebih besar dalam merusak sel dan memicu pertumbuhan sel kanker.
“Banyak orang berpikir bahwa nikotinlah yang paling berbahaya, padahal sebenarnya nikotin hanya membuat seseorang kecanduan untuk terus merokok. Bahaya utama berasal dari ribuan bahan kimia lain yang terbentuk saat rokok dibakar,” jelas sang ahli dalam wawancara terkini.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya berhenti merokok tidak boleh hanya berfokus pada mengurangi nikotin, melainkan harus menghindari seluruh paparan asap rokok. Edukasi masyarakat mengenai komposisi rokok yang sebenarnya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan risiko kanker yang lebih kompleks.
Meski demikian, pakar tersebut menekankan bahwa tidak ada satu pun kandungan dalam rokok yang aman bagi tubuh. Solusi terbaik tetaplah menjauhi kebiasaan merokok sama sekali demi kesehatan jangka panjang.