
Gorontalo, 14 Maret 2025 – Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengingatkan pentingnya menerapkan pola makan yang teratur dan seimbang sebagai langkah utama dalam mengelola penyakit diabetes. Menurut para ahli, pengaturan asupan makanan sehari-hari menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan oleh penderita diabetes maupun mereka yang berisiko tinggi.
Pola Makan Sehat sebagai Terapi Utama
Peneliti UNG menekankan bahwa diet yang tepat bukan sekadar pendukung pengobatan, melainkan bagian integral dari terapi diabetes. Dengan mengatur komposisi karbohidrat, protein, dan lemak, serta memperhatikan waktu makan, kadar gula darah dapat dikendalikan lebih efektif. Hal ini sejalan dengan rekomendasi medis terkini yang menempatkan nutrisi sebagai pilar penting dalam manajemen diabetes.
Tips Mengatur Pola Makan untuk Penderita Diabetes
- Pilih Karbohidrat Kompleks: Gantilah nasi putih dengan sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah, quinoa, atau ubi jalar yang memiliki indeks glikemik lebih rendah.
- Perbanyak Serat: Konsumsi sayuran hijau, buah-buahan segar, dan kacang-kacangan untuk membantu memperlambat penyerapan gula.
- Batasi Gula Tambahan: Hindari minuman manis, makanan olahan, dan camilan tinggi gula. Gunakan pemanis alami seperti stevia jika diperlukan.
- Atur Porsi Makan: Makan dalam porsi kecil namun lebih sering, misalnya tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat.
- Jadwalkan Waktu Makan: Usahakan makan pada jam yang sama setiap hari untuk menjaga stabilitas gula darah.
Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Para peneliti juga menyoroti perlunya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Banyak kasus diabetes tipe 2 yang sebenarnya dapat dicegah atau dikelola lebih baik dengan perubahan gaya hidup sederhana, terutama dalam hal asupan makanan. Oleh karena itu, UNG berkomitmen untuk terus menyebarluaskan informasi ini melalui seminar, lokakarya, dan media massa.
Dengan menerapkan pola makan yang tepat, penderita diabetes tidak hanya dapat mengontrol gula darah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Langkah kecil seperti mengganti camilan manis dengan buah segar atau mengurangi porsi nasi bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang.