
Pakar kesehatan mengeluarkan peringatan keras terkait dampak abu vulkanik terhadap individu yang memiliki masalah pernapasan. Paparan partikel halus ini dapat memperburuk kondisi seperti asma, bronkitis kronis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Menurut para ahli, abu vulkanik mengandung partikel silika dan mineral tajam yang dapat mengiritasi saluran napas. Partikel berukuran sangat kecil ini mampu menembus hingga ke paru-paru dan memicu peradangan, sesak napas, serta infeksi sekunder.
Kelompok Berisiko Tinggi
Kelompok yang paling rentan terkena dampak abu vulkanik antara lain:
- Penderita asma dan alergi pernapasan
- Lansia dengan fungsi paru yang menurun
- Anak-anak dengan sistem imun yang belum sempurna
- Perokok aktif dan pasif
Langkah Perlindungan
Pakar menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker N95 atau setara ketika berada di luar rumah saat abu vulkanik masih beterbangan. Selain itu, tetap di dalam ruangan dan menutup ventilasi juga dianjurkan untuk mengurangi paparan.
Jika mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, atau nyeri dada setelah terpapar abu vulkanik, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.