
Suhu udara yang mencapai 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah Indonesia memicu kekhawatiran para pakar. Tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengingatkan masyarakat akan risiko kesehatan serius yang mengintai, mulai dari dehidrasi hingga potensi kanker kulit.
Ancaman Dehidrasi di Cuaca Ekstrem
Pakar kesehatan dari ITS menjelaskan bahwa paparan suhu setinggi itu dalam waktu lama bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara drastis. Dehidrasi tidak hanya menyebabkan rasa haus berlebih, tetapi juga bisa memicu gangguan konsentrasi, pusing, hingga pingsan. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak sangat disarankan untuk lebih waspada.
Risiko Kanker Kulit Meningkat
Selain dehidrasi, sinar ultraviolet yang intens saat suhu tinggi juga meningkatkan risiko kanker kulit. Pakar ITS menekankan pentingnya penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 serta perlindungan fisik seperti topi dan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan.
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan
- Minum air putih secara teratur meski tidak merasa haus
- Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00
- Gunakan pakaian berbahan ringan dan berwarna terang
- Oleskan tabir surya setiap dua jam sekali saat berada di luar
- Segera berteduh atau masuk ke ruangan ber-AC jika mulai merasa pusing atau lemas
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca panas ekstrem yang sedang melanda.