
Sebuah klaim yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa melakukan ejakulasi sebanyak 21 kali dalam sebulan dapat menurunkan risiko kanker prostat. Lantas, benarkah hal tersebut? Para ahli medis memberikan penjelasannya.
Hubungan Antara Ejakulasi dan Kanker Prostat
Beberapa studi sebelumnya memang pernah meneliti hubungan antara frekuensi ejakulasi dengan risiko kanker prostat. Salah satu penelitian yang cukup terkenal adalah studi yang dipublikasikan di jurnal European Urology yang melibatkan ribuan pria. Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang melakukan ejakulasi lebih sering, yaitu sekitar 21 kali per bulan, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang jarang ejakulasi.
Namun, para dokter menegaskan bahwa temuan ini belum bisa diartikan sebagai hubungan sebab-akibat yang pasti. Dr. Andika, seorang ahli urologi, menjelaskan bahwa meskipun ada korelasi, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa ejakulasi 21 kali sebulan secara langsung mencegah kanker prostat. “Penelitian tersebut bersifat observasional, sehingga banyak faktor lain yang bisa memengaruhi hasilnya, seperti gaya hidup, pola makan, dan faktor genetik,” ujarnya.
Penjelasan Medis di Balik Temuan
Teori yang mendasari klaim ini adalah bahwa ejakulasi secara teratur dapat membantu membersihkan saluran prostat dari zat-zat karsinogenik atau agen penyebab kanker. Dengan seringnya pengosongan kelenjar prostat, potensi penumpukan zat berbahaya dapat berkurang. Meskipun secara biologis masuk akal, para ahli tetap mengingatkan bahwa hal ini belum sepenuhnya terbukti.
Selain itu, penting untuk dicatat bahwa kanker prostat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk usia, riwayat keluarga, dan ras. Jadi, mengandalkan ejakulasi sebagai satu-satunya cara pencegahan tidaklah tepat.
Pendapat Dokter: Jangan Terjebak Mitos
Dokter spesialis urologi lainnya, Dr. Budi, menekankan bahwa masyarakat tidak boleh langsung percaya pada klaim yang belum terverifikasi secara ilmiah. “Yang terpenting adalah menjalani pola hidup sehat secara keseluruhan, seperti makan makanan bergizi, olahraga teratur, tidak merokok, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa bagi pria yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti usia di atas 50 tahun atau riwayat keluarga dengan kanker prostat, disarankan untuk melakukan skrining secara berkala melalui tes PSA (Prostate Specific Antigen) dan pemeriksaan colok dubur (DRE).
Kesimpulan
Klaim bahwa ejakulasi 21 kali sebulan bisa menurunkan risiko kanker prostat masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Meskipun beberapa studi menunjukkan korelasi positif, para dokter mengingatkan bahwa hal ini bukanlah jaminan atau satu-satunya cara pencegahan. Gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin tetap menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kanker prostat.
Jadi, sebelum mempercayai informasi yang beredar, pastikan Anda selalu merujuk pada sumber yang terpercaya dan berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.