
Apakah Ibu dengan Hepatitis B Boleh Memberikan ASI?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya angkat bicara mengenai kekhawatiran para ibu yang mengidap hepatitis B. Pertanyaan mendasar adalah, apakah aman untuk menyusui bayi? Jawabannya adalah ya, ibu dengan hepatitis B tetap bisa menyusui dengan aman, asalkan beberapa langkah pencegahan dilakukan.
Dalam keterangan resmi, Kemenkes menegaskan bahwa ASI dari ibu dengan hepatitis B tidak menjadi media penularan virus utama. Penularan hepatitis B pada bayi lebih sering terjadi saat proses persalinan, bukan melalui ASI. Oleh karena itu, pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi segera setelah lahir menjadi kunci utama perlindungan.
Pencegahan Penularan pada Bayi
Langkah penting yang harus dilakukan adalah memastikan bayi mendapatkan vaksin hepatitis B dalam 12 jam pertama setelah kelahiran. Selain itu, pemberian imunoglobulin hepatitis B (HBIG) juga direkomendasikan untuk memberikan perlindungan ekstra. Dengan protokol ini, risiko penularan dari ibu ke bayi dapat ditekan hingga kurang dari 5%.
Kemenkes juga mengingatkan bahwa jika puting susu ibu lecet atau berdarah, sebaiknya menyusui dihentikan sementara hingga luka sembuh. Ini untuk menghindari pajanan langsung terhadap darah yang mungkin mengandung virus dalam jumlah tinggi.
Manfaat ASI Tetap Lebih Besar
Manfaat menyusui bagi bayi sangatlah besar, termasuk perlindungan terhadap infeksi dan nutrisi optimal. Kemenkes menekankan bahwa keuntungan ini jauh melebihi risiko kecil penularan hepatitis B melalui ASI, terutama jika bayi sudah mendapatkan imunisasi lengkap.
Jadi, bagi ibu hamil dengan hepatitis B, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Pastikan bayi mendapatkan vaksinasi tepat waktu, dan Anda dapat menyusui dengan tenang tanpa rasa khawatir berlebih.