
Menteri Kesehatan menekankan bahwa penyakit hati atau gangguan liver kerap tidak menampakkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak penderita tidak menyadari adanya masalah kesehatan hingga sudah parah. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Menkes mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, infeksi virus hepatitis, atau riwayat keluarga dengan penyakit hati. Skrining sederhana melalui tes darah atau pencitraan dapat membantu menemukan masalah sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Penyakit hati yang teridentifikasi pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika sudah mencapai stadium lanjut, opsi terapi menjadi lebih terbatas dan biaya pengobatan pun meningkat. Menkes berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dapat terus ditingkatkan, sehingga angka kesakitan dan kematian akibat penyakit liver bisa ditekan.