
Menteri Kesehatan (Menkes) mengungkapkan bahwa bakteri dan virus menjadi penyebab utama kasus keracunan yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa mikroorganisme seperti Escherichia coli (E. coli) dan virus Hepatitis A ditemukan dalam sampel makanan yang diuji.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi akibat proses pengolahan dan penyimpanan makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan. Menkes menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan higiene makanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kasus keracunan ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah dan ibu hamil. Langkah perbaikan segera dilakukan, termasuk pelatihan bagi pengelola dapur umum dan penerapan protokol keamanan pangan yang lebih ketat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah berjanji akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG demi menjamin kesehatan penerima manfaat.