
Jumlah pasien yang menjalani cuci darah di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya, Aceh, terus mengalami peningkatan. Kondisi ini dipicu oleh tingginya kasus diabetes melitus dan hipertensi yang tidak terkontrol di masyarakat.
Kepala RSUD SIM Nagan Raya, dr. H. M. Arifin, Sp.PD, mengungkapkan bahwa tren kenaikan pasien cuci darah sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 1.200 pasien menjalani hemodialisis, atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyebab Utama Gagal Ginjal
Menurut dr. Arifin, dua penyebab utama gagal ginjal kronis yang memerlukan cuci darah adalah diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit ini seringkali tidak disadari oleh penderitanya hingga sudah mencapai stadium lanjut.
“Pasien datang dengan kondisi gagal ginjal stadium akhir karena tidak rutin memeriksakan diri. Mereka baru tahu setelah muncul keluhan seperti bengkak, sesak napas, atau tidak bisa buang air kecil,” jelasnya.
Peningkatan Fasilitas dan Layanan
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD SIM Nagan Raya terus menambah kapasitas mesin hemodialisis. Saat ini, rumah sakit memiliki 12 unit mesin cuci darah yang beroperasi dalam dua shift setiap harinya.
“Kami juga berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan menambah tenaga perawat khusus dialisis. Setiap pasien mendapat penanganan yang optimal,” tambah dr. Arifin.
Edukasi dan Pencegahan
Selain pelayanan, pihak rumah sakit gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini diabetes dan hipertensi. Pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah dianjurkan minimal setahun sekali.
“Masyarakat harus sadar bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Kurangi konsumsi gula dan garam, perbanyak aktivitas fisik, serta jaga berat badan ideal,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan deteksi dini, diharapkan angka gagal ginjal kronis yang memerlukan cuci darah bisa ditekan di masa depan.