
BANYUWANGI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat adanya lonjakan kasus penyakit yang gejalanya menyerupai flu dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang setempat.
Penyebab Peningkatan Kasus
Kepala Dinkes Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satu yang utama adalah perubahan cuaca yang tidak menentu. “Pergantian musim dari kemarau ke hujan membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga virus lebih mudah menyerang,” ujarnya. Selain itu, mobilitas masyarakat yang tinggi juga turut memicu penyebaran virus penyebab infeksi saluran pernapasan.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Untuk menekan angka kejadian, Dinkes Banyuwangi mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:
- Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Menggunakan masker di tempat umum, terutama saat batuk atau pilek.
- Menjaga jarak fisik dengan orang yang sedang sakit.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan.
Dinkes juga mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan dalam memberikan edukasi serta memantau perkembangan kasus di lapangan. Vaksinasi influenza juga disarankan bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit kronis.
“Dengan langkah antisipasi yang tepat, kami optimistis peningkatan kasus bisa dikendalikan. Masyarakat diharapkan tidak panik, namun tetap waspada dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” pungkas dr. Widji.