
Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan isu yang mengaitkan konsumsi paracetamol sirup dengan kasus gagal ginjal akut pada anak. Pertanyaan besar pun muncul: benarkah obat penurun demam yang umum digunakan ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang serius?
Menyelisik Tuduhan terhadap Paracetamol Sirup
Paracetamol atau asetaminofen memang dikenal sebagai obat pereda nyeri dan penurun panas yang relatif aman jika digunakan sesuai dosis. Namun, kekhawatiran publik muncul setelah adanya laporan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak di Indonesia. Sejumlah pihak menduga bahwa cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada sirup obat menjadi biang keladinya.
Apa Kata Penelitian?
Menurut informasi yang dihimpun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan investigasi dan menemukan bahwa beberapa produk sirup, termasuk yang mengandung paracetamol, terindikasi mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas aman. Zat ini merupakan pelarut yang seharusnya tidak boleh ada dalam jumlah tinggi pada obat. Apabila tertelan dalam dosis besar, EG dan DEG dapat dimetabolisme tubuh menjadi senyawa beracun yang merusak ginjal.
Oleh karena itu, bukan paracetamol itu sendiri yang menjadi penyebab utama, melainkan kontaminasi bahan baku atau proses produksi yang tidak memenuhi standar keamanan. Dengan kata lain, paracetamol sirup yang diproduksi secara higienis dan bebas dari cemaran berbahaya seharusnya tetap aman dikonsumsi.
Langkah Bijak untuk Orang Tua
Menghadapi situasi ini, orang tua diimbau untuk tidak panik tetapi tetap waspada. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Gunakan paracetamol dalam bentuk tablet atau supositoria (dubur) sebagai alternatif sementara jika ragu dengan sirup.
- Pastikan membeli obat dari apotek resmi dan perhatikan izin edar dari BPOM.
- Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memberikan obat apa pun kepada anak.
- Jangan sembarangan mengganti dosis atau frekuensi pemberian obat tanpa petunjuk medis.
Kesimpulannya, tuduhan bahwa paracetamol sirup secara langsung menyebabkan gagal ginjal akut pada anak tidak sepenuhnya tepat. Faktor kontaminasi EG dan DEG-lah yang menjadi akar masalah. Dengan pengawasan ketat dari regulator dan pemilihan produk yang aman, paracetamol tetap dapat digunakan secara bertanggung jawab. Tetaplah mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPOM dan tenaga kesehatan terpercaya.