
Baru-baru ini, beredar luas informasi yang menyebutkan bahwa kemunculan uban merupakan sinyal bahwa tubuh sedang berjuang melawan kanker. Klaim ini sontak menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun, seorang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) angkat bicara untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Klarifikasi dari Akademisi IPB
Menurut dosen IPB tersebut, pernyataan yang menghubungkan uban dengan kemampuan tubuh melawan kanker tidaklah tepat. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung anggapan itu. Uban muncul akibat berkurangnya produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut, yang umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik dan proses penuaan.
Penyebab Utama Uban
Beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan uban antara lain:
- Faktor keturunan atau genetika.
- Stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
- Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B12.
- Kebiasaan merokok.
- Gangguan kesehatan tertentu, misalnya masalah tiroid atau vitiligo.
Dengan demikian, klaim yang menyebut uban sebagai indikator perlawanan tubuh terhadap kanker adalah mitos belaka. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi medis dari sumber yang terpercaya.