
Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus berupaya mengikis stigma negatif yang masih melekat pada penderita HIV. Stigma ini dianggap menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV di daerah tersebut.
Kepala Dinkes Manggarai, dr. Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang masih memiliki pemahaman keliru tentang HIV. Akibatnya, penderita HIV kerap dikucilkan dan enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Hal ini tentu memperparah penyebaran virus dan mempersulit upaya pengobatan.
Edukasi Sejak Dini di Sekolah
Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinkes Manggarai memperkuat program edukasi HIV, terutama di kalangan pelajar. Sasaran ini dipilih karena remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan HIV.
Program edukasi dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyuluhan di sekolah-sekolah, pembentukan kelompok sebaya (peer group), dan penyediaan materi informasi yang mudah dipahami. Materi edukasi mencakup cara penularan, pencegahan, serta pentingnya dukungan bagi penderita HIV.
Mengubah Persepsi Masyarakat
Selain di sekolah, Dinkes Manggarai juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum. Mereka bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi masyarakat untuk menyebarkan informasi yang benar tentang HIV.
Dinkes Manggarai berharap, dengan edukasi yang masif, stigma terhadap penderita HIV dapat berkurang. Masyarakat diharapkan lebih terbuka dan mau mendukung penderita HIV untuk menjalani pengobatan secara teratur. Dengan begitu, angka penularan HIV di Kabupaten Manggarai dapat ditekan.