
Setiap tahunnya, tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang penyakit hepatitis, sebuah peradangan pada organ hati yang bisa disebabkan oleh infeksi virus.
Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti sirosis atau bahkan kanker hati jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai penyakit ini sangatlah krusial.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia pertama kali digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diperingati secara luas sejak tahun 2010. Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati Dr. Baruch Blumberg, ilmuwan peraih Nobel yang berhasil menemukan virus hepatitis B dan mengembangkan vaksin pertamanya.
Setiap tahunnya, WHO dan berbagai organisasi kesehatan di seluruh dunia mengusung tema-tema tertentu untuk mengedukasi masyarakat. Fokus utama dari peringatan ini adalah mendorong deteksi dini, meningkatkan akses terhadap pengobatan, serta mengkampanyekan vaksinasi terutama untuk hepatitis B.
Di Indonesia, peringatan ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat, seperti menghindari penggunaan jarum suntik bersama, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan begitu, penyebaran dan dampak buruk hepatitis dapat ditekan seminimal mungkin.