Mayapada Neuro Connect 2026: Ajang Kolaborasi 2.000 Lebih Dokter untuk Inovasi Terapi Saraf

Home blog Mayapada Neuro Connect 2026: Ajang Kolaborasi 2.000 Lebih Dokter untuk Inovasi Terapi Saraf
Mayapada Neuro Connect 2026: Ajang Kolaborasi 2.000 Lebih Dokter untuk Inovasi Terapi Saraf
Mayapada Neuro Connect 2026: Ajang Kolaborasi 2.000 Lebih Dokter untuk Inovasi Terapi Saraf

Jakarta, 20 Juni 2025 – Rumah Sakit Mayapada kembali menggelar konferensi internasional bertajuk Mayapada Neuro Connect 2026. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 dokter dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari neurologi, bedah saraf, hingga rehabilitasi medik.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Mayapada, Dr. dr. Andi Kurniawan, Sp.S(K), menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarspesialis dalam menangani penyakit saraf yang semakin kompleks. “Kami ingin menghadirkan platform kolaboratif agar para dokter bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan terkini,” ujarnya.

Fokus pada Inovasi dan Teknologi

Konferensi ini mengusung tema “Innovation in Neuroscience: From Bench to Bedside”. Berbagai sesi diskusi dan workshop digelar untuk membahas terobosan terbaru, seperti penggunaan kecerdasan buatan dalam diagnosis stroke, teknik bedah minimal invasif untuk tumor otak, serta terapi gen untuk penyakit neurodegeneratif.

Salah satu pembicara utama, Prof. Dr. dr. Rina Susanti, Sp.S(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memaparkan hasil riset terbaru tentang stimulasi otak dalam untuk pasien Parkinson. “Teknologi ini sudah terbukti efektif mengurangi gejala tremor dan kekakuan otot secara signifikan,” jelasnya.

Data dan Fakta Penting

  • Lebih dari 2.000 dokter dari 15 negara hadir secara langsung maupun virtual.
  • 50 makalah ilmiah dipresentasikan dalam sesi oral dan poster.
  • 20 perusahaan alat kesehatan memamerkan produk terbaru di area eksibisi.
  • Acara berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juni 2025.

Ketua panitia, dr. Budi Hartono, Sp.BS, menambahkan bahwa Mayapada Neuro Connect 2026 juga menjadi ajang peluncuran program fellowship neurointervensi pertama di Indonesia. “Program ini akan melatih dokter-dokter muda untuk menguasai teknik kateterisasi dan embolisasi pada kasus stroke dan aneurisma,” ungkapnya.

Dengan adanya konferensi ini, diharapkan penanganan penyakit saraf di Indonesia semakin maju dan setara dengan standar internasional. RS Mayapada berkomitmen untuk terus mendukung inovasi di bidang neurosains demi meningkatkan kualitas hidup pasien.