
Malaysia mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah kasus asma dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap yang melanda negara tersebut. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan otoritas kesehatan setempat.
Menurut laporan terbaru, peningkatan kasus ini terjadi seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar. Kabut asap yang tebal telah menyelimuti beberapa bagian Malaysia, mempengaruhi kesehatan masyarakat, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Kementerian Kesehatan Malaysia telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar. Selain itu, mereka juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko terkena penyakit pernapasan.
Langkah-langkah pencegahan lainnya termasuk memasang alat pembersih udara di dalam rumah dan memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara berkala. Otoritas juga mengingatkan agar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis lebih waspada terhadap dampak buruk kabut asap.
Data dari rumah sakit dan klinik di wilayah terdampak menunjukkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan sesak napas, batuk, dan iritasi tenggorokan. Hal ini mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan memastikan ketersediaan obat-obatan yang memadai.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses sumber resmi seperti obat.id yang menyediakan panduan lengkap mengenai penanganan dan pencegahan penyakit pernapasan selama musim kabut asap.