
Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan skrining diabetes melitus di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Baranti. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi risiko penyakit diabetes pada kalangan remaja.
Deteksi Dini untuk Generasi Sehat
Program skrining ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam menekan angka kejadian diabetes melitus, khususnya pada usia produktif. Para mahasiswa melakukan serangkaian pemeriksaan sederhana seperti pengukuran gula darah acak, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
Selain itu, mereka juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta bahaya konsumsi gula berlebih yang kerap menjadi pemicu utama diabetes. Dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka sejak dini.
Antusiasme Siswa dan Dukungan Sekolah
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa dan guru. Kepala SMPN 2 Baranti menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unhas yang dinilai sangat bermanfaat bagi peningkatan kesadaran kesehatan warga sekolah.
Para siswa pun tampak antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dan sesi tanya jawab. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku baru pertama kali mengetahui cara sederhana untuk memantau risiko diabetes.
Dampak Jangka Panjang bagi Komunitas
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kesakitan akibat diabetes melitus di masa depan. Deteksi dini dan edukasi yang diberikan diharapkan mampu mengubah perilaku siswa menuju gaya hidup yang lebih sehat.
Program serupa rencananya akan terus dilaksanakan di berbagai titik lokasi KKN sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.