
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan sebuah sistem diagnostik untuk penyakit Hepatitis B yang diklaim memiliki tingkat akurasi lebih tinggi. Inovasi ini memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9, sebuah alat pemotong gen yang sering digunakan dalam rekayasa genetika.
Hepatitis B merupakan infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus HBV. Deteksi dini yang akurat sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti sirosis atau kanker hati. Metode diagnostik konvensional seringkali memiliki keterbatasan dalam hal sensitivitas dan spesifisitas.
Teknologi CRISPR-Cas9 untuk Diagnostik
Tim PKM-RE ITB memanfaatkan protein Cas9 yang telah dimodifikasi agar tidak memotong DNA, melainkan hanya menempel pada target spesifik dari virus Hepatitis B. Dengan menggabungkannya dengan sistem pelaporan fluoresensi, mereka dapat mendeteksi keberadaan virus dengan sangat sensitif.
Pendekatan ini memungkinkan deteksi langsung materi genetik virus tanpa perlu melalui proses amplifikasi yang rumit seperti pada metode PCR. Hasilnya, proses diagnostik menjadi lebih cepat dan potensi kesalahan akibat kontaminasi dapat diminimalkan.
Harapan ke Depan
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang lebih terjangkau dan mudah diakses, terutama di daerah-daerah dengan fasilitas laboratorium terbatas. Ke depannya, tim berencana untuk menguji coba sistem ini pada sampel klinis yang lebih luas dan menyempurnakan desain agar siap diproduksi massal.
Dengan keberhasilan ini, ITB kembali menunjukkan perannya dalam mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.