
Pemerintah Kabupaten Ende resmi memperluas akses layanan kesehatan dengan menyediakan tes HIV gratis di seluruh puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini penyebaran virus HIV serta menekan angka penularan di masyarakat.
Langkah Strategis Cegah HIV/AIDS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Maria Goreti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program nasional dalam upaya eliminasi HIV/AIDS pada tahun 2030. Dengan adanya tes gratis, diharapkan masyarakat lebih mudah memeriksakan diri tanpa terbebani biaya.
“Kami ingin semua warga Ende, terutama kelompok berisiko tinggi, bisa mengakses layanan ini dengan mudah. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujar dr. Maria dalam keterangan pers, Selasa (24/10).
Prosedur dan Kerahasiaan Terjamin
Setiap puskesmas telah dilengkapi dengan petugas terlatih dan alat tes yang memadai. Prosedur pemeriksaan dilakukan secara sukarela dan hasilnya dijamin kerahasiaannya sesuai dengan standar medis. Masyarakat yang ingin melakukan tes cukup datang ke puskesmas terdekat tanpa perlu rujukan khusus.
Selain itu, bagi mereka yang terdeteksi positif, puskesmas juga menyediakan layanan konseling dan akses pengobatan antiretroviral (ARV) secara gratis. Hal ini untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan berkelanjutan dan tetap produktif.
Target Capaian dan Harapan
Dinas Kesehatan menargetkan setidaknya 80 persen warga berisiko tinggi di Ende menjalani tes HIV pada tahun ini. Sosialisasi gencar dilakukan melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
“Kami optimis dengan kerja sama semua pihak, target eliminasi HIV pada 2030 bisa tercapai. Masyarakat tidak perlu takut, justru dengan mengetahui status HIV, kita bisa melindungi diri dan orang lain,” pungkas dr. Maria.