
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) secara resmi memulai program pemeriksaan Pap Smear gratis di tiga puskesmas. Inisiatif ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi dini kanker serviks pada perempuan.
Kepala Dinkes Kutim, dr. I Wayan Sutapa, menjelaskan bahwa tiga puskesmas yang menjadi percontohan adalah Puskesmas Sangatta Utara, Puskesmas Sangatta Selatan, dan Puskesmas Bengalon. Program ini direncanakan akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kutai Timur pada tahap berikutnya.
“Kami memulai dari tiga puskesmas terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan tenaga medis, peralatan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Target kami adalah seluruh puskesmas di 18 kecamatan dapat melayani Pap Smear gratis,” ujar dr. I Wayan Sutapa.
Pap Smear merupakan metode skrining yang efektif untuk mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim. Dengan deteksi dini, risiko terkena kanker serviks dapat diminimalkan. Program ini menyasar perempuan usia 30 hingga 50 tahun yang belum pernah melakukan pemeriksaan serupa.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan ini secara sukarela. Dinkes Kutim juga akan melakukan edukasi intensif tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui posyandu dan kegiatan desa.
“Kami berharap dengan adanya program gratis ini, kesadaran perempuan untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya meningkat. Kanker serviks bisa dicegah jika diketahui sejak awal,” pungkas dr. I Wayan Sutapa.