
Puskesmas Meureubo bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh menggelar program skrining kesehatan massal yang menyasar warga binaan di dalam lapas tersebut. Kegiatan ini difokuskan pada deteksi dini penyakit menular, terutama HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB).
Kepala Lapas Meulaboh menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas yang padat. Dengan kondisi hunian yang relatif padat, risiko penularan penyakit seperti TB dan HIV/AIDS menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, skrining rutin dinilai sangat penting untuk dilakukan.
Petugas kesehatan dari Puskesmas Meureubo melakukan pengambilan sampel darah dan dahak dari warga binaan yang telah dipilih secara acak. Prosedur ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kerahasiaan dan etika medis. Selain itu, warga binaan juga diberikan penyuluhan tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan secara teratur jika terdeteksi positif.
Kepala Puskesmas Meureubo menambahkan bahwa program skrining ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan kasus baru, tetapi juga untuk memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi warga binaan. “Kami ingin memastikan bahwa semua warga binaan mendapatkan hak kesehatan yang sama seperti masyarakat umum. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga angka kesakitan dan kematian akibat TB dan HIV/AIDS bisa ditekan,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh para warga binaan. Mereka mengaku senang karena bisa memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis tanpa harus keluar dari lapas. Salah seorang warga binaan mengungkapkan, “Kami jadi lebih tahu kondisi kesehatan kami. Kalau ada yang sakit, bisa segera diobati. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan.”
Ke depannya, Lapas Meulaboh dan Puskesmas Meureubo berencana untuk menjadikan program skrining ini sebagai agenda rutin. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti warga binaan lapas.