
Dalam upaya deteksi dini gangguan kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya menggelar kegiatan skrining HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi 100 orang warga binaan. Langkah ini merupakan bagian dari program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Tujuan Skrining Kesehatan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara awal kemungkinan adanya kasus HIV dan IMS di kalangan warga binaan. Dengan deteksi dini, penanganan medis dapat segera diberikan, sehingga risiko penularan lebih luas dapat diminimalkan. Selain itu, program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran penyakit menular, khususnya di area dengan populasi padat seperti lapas.
Pelaksanaan Skrining
Skrining dilakukan oleh tim medis yang bekerja sama dengan pihak terkait. Warga binaan yang menjadi sasaran adalah mereka yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk yang memiliki riwayat perilaku berisiko. Proses pemeriksaan berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan aspek kerahasiaan data serta kenyamanan peserta.
- Pemeriksaan HIV menggunakan metode rapid test.
- Skrining IMS meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium sederhana.
- Setiap warga binaan yang terdeteksi positif akan mendapatkan konseling dan rujukan pengobatan.
Melalui kegiatan ini, Lapas I Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus berkontribusi dalam upaya nasional menghilangkan epidemi HIV dan IMS pada tahun 2030.