
Pemerintah Kabupaten Purworejo mengambil kebijakan strategis dalam upaya mempercepat penanggulangan tiga penyakit menular utama, yaitu HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria. Melalui inisiatif terbaru, setiap desa di wilayah ini diminta untuk menyisihkan sebagian dari anggaran dana desa guna mendukung program kesehatan tersebut.
Desa Jadi Garda Terdepan Kesehatan
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan angka penyebaran penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dengan melibatkan desa secara langsung, diharapkan penanganan bisa lebih tepat sasaran dan menjangkau hingga level terkecil.
Kepala Dinas Kesehatan Purworejo menjelaskan bahwa alokasi dana desa untuk program ini tidak hanya bersifat imbauan, melainkan sudah menjadi arahan yang harus dijalankan. Setiap desa diminta merencanakan kegiatan edukasi, skrining, hingga pendampingan bagi warga yang berisiko atau terinfeksi.
Sinergi Pusat dan Desa
Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mencapai eliminasi HIV, TBC, dan Malaria pada tahun 2030. Pemerintah pusat memberikan dukungan teknis dan pendampingan, sementara desa berperan dalam pelaksanaan di lapangan.
Beberapa desa di Purworejo telah memulai inisiatif serupa dan menunjukkan hasil positif. Contohnya, program skrining TBC massal yang dilakukan di beberapa desa berhasil mendeteksi kasus lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Harapan Masyarakat
Warga menyambut baik kebijakan ini. Mereka berharap dengan adanya alokasi dana desa khusus, akses layanan kesehatan akan semakin mudah dan merata. Selain itu, stigma terhadap penyakit menular diharapkan bisa berkurang melalui sosialisasi yang gencar.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini. Mereka juga mendorong desa-desa untuk berinovasi dalam menggunakan dana tersebut agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.