
Warta Pontianak melaporkan bahwa rumah sakit umum daerah di Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan drastis jumlah pasien yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma. Kondisi ini dipicu oleh kabut asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.
Dampak Karhutla Terhadap Kesehatan Masyarakat
Kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap telah memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan. Pasien yang datang ke RSUD Kubu Raya mengeluhkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Pihak rumah sakit mencatat bahwa mayoritas pasien adalah anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah terhadap polutan.
Langkah Penanganan dan Imbauan
Pemerintah daerah bersama tim medis terus berupaya menangani situasi darurat ini. Masyarakat diimbau untuk:
- Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
- Meminimalkan kegiatan di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan
- Memasang alat pembersih udara di dalam ruangan jika memungkinkan
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan
RSUD Kubu Raya juga telah menyiagakan ruang isolasi dan obat-obatan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien lebih lanjut. Pihak berwenang terus memantau titik api dan melakukan upaya pemadaman serta modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas kabut asap.