Komnas Pengendalian Tembakau: Waspadai Klaim Industri Vape tentang Diabetes

Home blog Komnas Pengendalian Tembakau: Waspadai Klaim Industri Vape tentang Diabetes
Komnas Pengendalian Tembakau: Waspadai Klaim Industri Vape tentang Diabetes
Komnas Pengendalian Tembakau: Waspadai Klaim Industri Vape tentang Diabetes

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) mengingatkan pemerintah untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang disebarkan industri vape yang mengklaim produk mereka aman bagi penderita diabetes. Mereka menilai klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat dan justru berpotensi menyesatkan masyarakat.

Ketua Komnas PT, dr. Widyastuti, M.Kes., menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara meyakinkan membuktikan bahwa penggunaan vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional bagi penderita diabetes. Justru sebaliknya, beberapa studi menunjukkan bahwa bahan kimia dalam cairan vape dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan memperburuk kontrol gula darah.

“Kami khawatir narasi ini sengaja dibangun untuk memperluas pasar vape di kalangan pasien diabetes, tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang yang mungkin timbul. Pemerintah harus lebih kritis dan tidak serta-merta mempercayai klaim yang belum terverifikasi,” ujar dr. Widyastuti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/10).

Komnas PT juga mendesak Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera melakukan kajian independen terkait dampak penggunaan vape terhadap metabolisme glukosa. Mereka meminta agar regulasi yang ketat diterapkan terhadap promosi dan penjualan vape, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti penderita diabetes.

Selain itu, organisasi tersebut mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap iklan dan testimoni yang mengatasnamakan kesembuhan atau pengendalian diabetes melalui penggunaan vape. Edukasi publik mengenai bahaya merokok dan vaping perlu terus digencarkan agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10,9%, atau sekitar 20 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat jika tidak ada upaya pencegahan yang efektif. Komnas PT menekankan bahwa pengendalian diabetes harus dilakukan melalui pola hidup sehat, pengaturan diet, dan olahraga teratur, bukan dengan mengganti rokok dengan vape yang sama berbahayanya.