
Seorang wanita berusia 28 tahun, sebut saja Rina (bukan nama sebenarnya), menceritakan pengalamannya saat didiagnosis menderita kanker limfoma. Awalnya, ia mengira gejala yang dirasakan hanyalah masalah asam lambung biasa.
Gejala Awal yang Menyesatkan
Rina mulai merasakan nyeri ulu hati dan perut kembung yang kerap dianggap sebagai gejala maag. Ia pun mengonsumsi obat-obatan untuk asam lambung, namun keluhan tak kunjung reda. Setelah beberapa bulan, muncul benjolan di leher dan ketiak yang membuatnya curiga.
Diagnosis yang Mengejutkan
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk USG dan biopsi, dokter menyatakan bahwa Rina menderita limfoma non-Hodgkin stadium awal. “Saya sangat terkejut, karena selama ini saya pikir hanya maag biasa,” ujar Rina.
Limfoma adalah jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, bagian dari sistem kekebalan tubuh. Gejalanya bisa mirip dengan penyakit umum lainnya, seperti demam, keringat malam, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Pentingnya Deteksi Dini
Dokter spesialis onkologi dr. Andi Wijaya, Sp.Onk, menekankan pentingnya waspada terhadap gejala yang tidak biasa. “Jika keluhan asam lambung tidak membaik dengan pengobatan standar dalam waktu 2-4 minggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
- Waspadai benjolan yang tidak sakit di leher, ketiak, atau selangkangan
- Perhatikan demam yang datang dan pergi tanpa infeksi jelas
- Catat keringat malam yang berlebihan hingga membasahi pakaian
- Laporkan penurunan berat badan yang tidak disengaja
Rina kini menjalani kemoterapi dan merespons pengobatan dengan baik. Ia berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk tidak mengabaikan gejala yang tampak sepele.