
Sebuah momen mengharukan terjadi di KUA Wangon saat seorang ayah yang menderita stroke tetap bisa menunaikan kewajibannya sebagai wali nikah bagi putri tercintanya. Berkat bantuan dari penghulu setempat, prosesi ijab kabul berlangsung lancar meskipun sang wali mengalami keterbatasan fisik.
Dalam peristiwa yang viral di media sosial tersebut, sang penghulu dengan sabar membimbing wali nikah yang sakit stroke untuk mengucapkan kalimat ijab kabul. Dengan penuh kesabaran, ia membantu sang ayah mengucapkan kata-kata pernikahan meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk berbicara dengan lancar.
Prosesi pernikahan yang berlangsung di KUA Wangon ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seorang ayah untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai wali. Kehadiran penghulu yang sigap dan penuh empati menjadi kunci kelancaran acara sakral tersebut.
Momen haru ini pun mendapat apresiasi luas dari warganet. Banyak yang memuji dedikasi dan kepedulian penghulu KUA Wangon yang tidak hanya menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa.
Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa di balik setiap prosesi pernikahan, terdapat perjuangan dan kasih sayang yang tak terbatas dari orang tua untuk anak-anaknya. Semoga pernikahan putri dari wali nikah yang sakit stroke ini diberkahi dan langgeng selamanya.