
Sebuah kisah pilu datang dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang wanita lanjut usia (lansia) yang menderita stroke harus menjalani perjalanan berat demi mendapatkan perawatan medis. Ia ditandu oleh keluarganya sejauh 10 kilometer, melewati medan yang sulit termasuk menyeberangi dua sungai.
Kondisi kesehatan sang nenek yang terus menurun membuat keluarga nekat membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, akses jalan yang rusak dan minimnya transportasi memaksa mereka untuk menggunakan tandu darurat sebagai satu-satunya cara.
Dalam perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu, para penggotong harus bergantian mengangkat tandu. Mereka juga harus berhati-hati saat melewati sungai yang deras. Perjuangan ini menunjukkan betapa sulitnya masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses layanan kesehatan yang layak.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan menyadarkan banyak pihak akan pentingnya pemerataan infrastruktur kesehatan hingga ke pelosok negeri. Kisah sang nenek menjadi simbol perjuangan dan ketangguhan dalam menghadapi keterbatasan.