
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menantang komunitas internasional untuk menguji keampuhan obat-obatan herbal Indonesia dalam mengatasi penyakit ginjal. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum global yang membahas potensi pengobatan tradisional.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk tanaman obat yang telah digunakan secara turun-temurun. Menurutnya, sudah saatnya produk herbal Indonesia diakui secara global melalui uji klinis yang ketat dan transparan.
“Kami mengundang para peneliti dan lembaga kesehatan dunia untuk bersama-sama melakukan penelitian terhadap obat herbal Indonesia, khususnya untuk penyakit ginjal. Ini adalah langkah nyata untuk membuktikan khasiatnya secara ilmiah,” ujar Taruna Ikrar.
Penyakit ginjal menjadi salah satu fokus utama karena prevalensinya yang terus meningkat di berbagai negara. Pengobatan herbal dinilai dapat menjadi alternatif atau pelengkap terapi konvensional yang lebih terjangkau dan minim efek samping.
BPOM sendiri terus mendorong pengembangan dan standardisasi produk herbal agar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan khasiat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk herbal Indonesia di pasar internasional.
Para ahli kesehatan menyambut baik tantangan tersebut. Mereka menilai uji klinis yang melibatkan banyak pihak akan memperkuat basis bukti ilmiah dan membuka peluang kerja sama riset global.
Indonesia memiliki lebih dari 30.000 jenis tanaman obat, namun baru sebagian kecil yang telah diteliti secara mendalam. Dengan adanya tantangan dari Kepala BPOM, diharapkan semakin banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap potensi besar yang terkandung di dalamnya.