
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja meluncurkan sebuah inisiatif baru bernama Konsorsium DRIVE. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat layanan kesehatan yang berkaitan dengan retinopati diabetik, sebuah komplikasi serius dari diabetes yang dapat mengancam penglihatan.
Retinopati diabetik merupakan kondisi yang terjadi akibat kerusakan pembuluh darah di retina karena kadar gula darah yang tinggi. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan. Melalui konsorsium ini, Kemenkes berharap dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi para penderita.
Konsorsium DRIVE akan melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, dokter spesialis mata, dan organisasi profesi. Tujuannya adalah untuk menyatukan sumber daya dan keahlian dalam menangani retinopati diabetik secara lebih efektif. Program ini juga diharapkan dapat mendorong deteksi dini dan pengobatan yang lebih baik.
Dengan adanya konsorsium ini, Kemenkes menunjukkan komitmennya dalam menangani masalah kesehatan yang semakin meningkat seiring dengan tingginya angka diabetes di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi beban penyakit tidak menular di tanah air.