
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengerahkan sebanyak 848 tenaga kesehatan dalam upaya menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang memengaruhi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Para tenaga kesehatan yang dikerahkan akan bertugas memberikan pelayanan medis, terutama untuk menangani gangguan pernapasan akibat kabut asap serta penyakit lain yang sering muncul selama musim karhutla. Mereka juga akan melakukan sosialisasi tentang cara melindungi diri dari dampak buruk asap, termasuk penggunaan masker dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Selain itu, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas kesehatan dan memastikan ketersediaan obat-obatan serta peralatan medis yang dibutuhkan. Mobilisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meminimalkan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh karhutla, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Dengan adanya penambahan tenaga kesehatan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang terkena dampak dapat berjalan optimal dan masyarakat memperoleh akses yang cepat terhadap pertolongan medis.