
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengintegrasikan pemeriksaan retina ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pasien diabetes. Langkah ini diambil untuk mencegah komplikasi retinopati diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan.
Latar Belakang
Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi serius akibat diabetes melitus yang tidak terkontrol. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah di retina, sehingga mengganggu penglihatan hingga kebutaan permanen.
Data menunjukkan bahwa prevalensi retinopati diabetik di Indonesia cukup tinggi. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining retina menjadi kunci dalam upaya pencegahan.
Integrasi Skrining Retina
Dalam program CKG Diabetes, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi:
- Pemeriksaan kadar gula darah
- Skrining tekanan darah
- Skrining retina menggunakan kamera fundus
Dengan adanya skrining retina, diharapkan retinopati diabetik dapat terdeteksi lebih awal sebelum menimbulkan kerusakan permanen pada penglihatan.
Manfaat dan Target
Program ini ditargetkan menjangkau jutaan pasien diabetes di seluruh Indonesia. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap skrining, tetapi juga menekan angka kecacatan akibat retinopati diabetik.
Selain itu, program ini sejalan dengan upaya Kemenkes dalam menurunkan beban penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan langkah ini, diharapkan pasien diabetes dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan terhindar dari komplikasi yang mengancam penglihatan.