
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penguatan langkah-langkah pencegahan penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) yang dimulai dari lingkungan sekolah. Langkah ini diambil setelah tercatat hampir 100.000 kasus infeksi telah dilaporkan di berbagai wilayah.
Penyakit yang sering menyerang anak-anak ini menimbulkan kekhawatiran karena penyebarannya yang cepat di tempat-tempat dengan kerumunan tinggi, seperti sekolah dan tempat penitipan anak. Kemenkes menekankan pentingnya edukasi tentang kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara teratur dan tidak berbagi alat makan atau mainan pribadi.
Selain itu, pihak sekolah diminta untuk melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkala dan segera melaporkan jika ada gejala yang mencurigakan. Gejala HFMD meliputi demam, ruam kulit, dan luka lepuh di tangan, kaki, serta mulut.
Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada kelompok rentan, seperti bayi dan anak dengan sistem imun lemah. Oleh karena itu, upaya pencegahan di tingkat komunitas menjadi sangat penting untuk menekan angka penularan.
Kemenkes juga mengimbau orang tua untuk tidak panik namun tetap waspada, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan membatasi kontak dengan orang yang sakit diharapkan dapat memutus rantai penularan.