
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan perusahaan teknologi kesehatan Roche dalam mengembangkan sistem skrining retina. Langkah ini diambil untuk mencegah kebutaan yang disebabkan oleh diabetes.
Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan pada retina mata atau retinopati diabetik. Jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kondisi ini bisa berujung pada kebutaan permanen.
Melalui sistem skrining retina yang baru, diharapkan deteksi dini retinopati diabetik dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Sistem ini memanfaatkan teknologi canggih untuk menganalisis gambar retina dan memberikan hasil diagnosis yang lebih efisien.
Kemenkes menargetkan program ini dapat menjangkau lebih banyak pasien diabetes di Indonesia, terutama di daerah yang sulit mengakses layanan kesehatan mata. Dengan demikian, risiko kebutaan akibat diabetes dapat ditekan secara signifikan.
Kerja sama ini juga mencakup pelatihan tenaga kesehatan, penyediaan perangkat skrining, serta pengembangan infrastruktur data untuk mendukung implementasi sistem secara nasional. UGM akan berperan dalam riset dan pengembangan, sementara Roche menyediakan teknologi dan perangkat lunak skrining retina.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dan mengurangi beban penyakit tidak menular di Indonesia.