
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyuarakan kekhawatiran serius terkait nasib pembangunan gedung nuklir untuk penanganan kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Proyek strategis ini dinilai terancam mangkrak lantaran adanya defisit anggaran yang cukup besar.
Anggota dewan menilai bahwa pembangunan fasilitas nuklir ini sangat penting untuk meningkatkan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien kanker. Namun, keterbatasan dana membuat proyek tersebut berpotensi terhenti di tengah jalan.
Defisit yang terjadi diperkirakan akan berdampak pada kelanjutan proyek. Jika tidak segera dicarikan solusi, gedung yang seharusnya menjadi pusat terapi kanker modern ini bisa terbengkalai.
DPRD mendesak pihak eksekutif untuk segera melakukan evaluasi dan mencari sumber pendanaan alternatif. Langkah ini dinilai krusial agar proyek vital tersebut bisa tetap berjalan sesuai target.
Masyarakat pun diharapkan turut mengawal proses pembangunan ini, mengingat manfaat besarnya bagi pasien kanker di daerah. Keterlambatan penyelesaian proyek dikhawatirkan akan memperburuk akses layanan kesehatan yang sudah ada.