
Dunia sastra kehilangan salah satu penulis novel misteri paling berpengaruh, Keigo Higashino. Sang maestro yang dikenal dengan karya-karya seperti ‘The Devotion of Suspect X’ dan ‘Journey Under the Midnight Sun’ menghembuskan napas terakhirnya akibat kanker usus.
Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh penerbit Jepang, Shueisha, yang menyatakan bahwa Higashino meninggal pada usia 63 tahun. Ia telah berjuang melawan penyakit kanker usus sejak beberapa tahun terakhir.
Keigo Higashino lahir di Osaka, Jepang, pada tahun 1958. Ia memulai karir menulisnya dengan novel ‘After School’ yang memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo pada tahun 1985. Sejak saat itu, ia telah menerbitkan puluhan novel yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diadaptasi ke film serta serial televisi.
Salah satu daya tarik utama karya Higashino adalah kemampuannya memadukan elemen misteri dengan drama manusia yang mendalam. Karakter-karakternya sering kali memiliki lapisan psikologis yang kompleks, membuat pembaca tidak hanya terpaku pada teka-teki yang harus dipecahkan, tetapi juga pada perjalanan emosional para tokohnya.
Beberapa karya terkenalnya antara lain ‘The Devotion of Suspect X’, ‘Salvation of a Saint’, ‘Journey Under the Midnight Sun’, dan ‘Naoko’. Karya-karya ini tidak hanya sukses di Jepang, tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional.
Penghargaan bergengsi yang pernah diraihnya termasuk Penghargaan Naoki untuk ‘The Devotion of Suspect X’ dan Penghargaan Honkaku Mystery Grand Prize. Karya-karyanya juga sering masuk dalam daftar buku terlaris di berbagai negara.
Kehilangan Keigo Higashino merupakan pukulan berat bagi dunia sastra, khususnya genre misteri. Namun, warisan karyanya akan terus hidup dan menginspirasi generasi penulis berikutnya.