
Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa kebiasaan tertentu yang dilakukan pada malam hari dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang memiliki pola tidur yang buruk atau sering begadang memiliki kemungkinan 26 persen lebih tinggi untuk terkena stroke dibandingkan mereka yang memiliki jadwal tidur teratur.
Penelitian ini melibatkan ribuan partisipan yang dipantau selama beberapa tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan ritme sirkadian, seperti sering terjaga di malam hari atau tidur terlalu larut, berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh. Kedua faktor ini merupakan pemicu utama terjadinya stroke.
Para ahli menyarankan untuk menghindari kebiasaan seperti menggunakan gawai sebelum tidur, mengonsumsi kafein atau alkohol di malam hari, serta bekerja hingga larut malam. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur dan memperburuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dengan menerapkan rutinitas tidur yang sehat, seperti tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, risiko stroke dapat ditekan secara signifikan. Jaga kesehatan Anda mulai dari kebiasaan malam yang baik.