
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran penyakit Hepatitis B dan Monkeypox (cacar monyet) melalui lalu lintas monyet. Langkah ini diambil dengan memperketat pengawasan di 27 titik strategis di wilayah tersebut.
Peningkatan Pengawasan Lalu Lintas Monyet
Langkah pengawasan diperketat untuk memastikan bahwa setiap pergerakan monyet, baik untuk perdagangan, penelitian, maupun keperluan lainnya, memenuhi standar kesehatan yang ketat. Petugas karantina akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen kesehatan hewan, kondisi fisik, dan riwayat kesehatan monyet-monyet tersebut.
Risiko Penyakit yang Diwaspadai
- Hepatitis B: Penyakit ini dapat menular dari monyet ke manusia melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi.
- Monkeypox: Penyakit ini juga dapat menular dari hewan ke manusia, dengan gejala mirip cacar, dan memerlukan penanganan medis yang cepat.
Dengan memperketat lalu lintas monyet, Karantina Jawa Timur berupaya mencegah potensi wabah yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan sektor peternakan. Pengawasan ini juga mencakup koordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian, dinas kesehatan, dan instansi lainnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran monyet kepada pihak berwenang. Karantina Jawa Timur akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.