
Insiden gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendorong respons cepat dari pihak kepolisian setempat. Dalam upaya membantu para penyintas, Kapolres Manggarai Barat mengambil langkah konkret dengan menugaskan terapis pribadinya untuk merawat korban lansia yang menderita stroke.
Langkah ini diambil setelah petugas menemukan seorang korban gempa berusia lanjut yang kesulitan mendapatkan perawatan medis akibat kondisi fisiknya yang lemah. Dengan adanya terapis khusus, pasien stroke tersebut dapat memperoleh terapi rutin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kesehatannya di tengah situasi darurat.
Keputusan Kapolres ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk relawan dan warga setempat. Mereka menilai tindakan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana pemimpin daerah dapat berinovasi dalam menangani krisis.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan pendataan korban. Sementara itu, para penyintas yang membutuhkan perawatan khusus terus mendapatkan prioritas penanganan.