
Kanker darah jenis Chronic Myeloid Leukemia (CML) sering kali tidak terdeteksi dengan benar pada awal kemunculannya. Hal ini disebabkan oleh minimnya gejala spesifik yang menonjol, sehingga banyak pasien baru menyadari saat stadium sudah lanjut.
Menurut laporan dari CNN Indonesia, banyak kasus CML yang awalnya dikira sebagai penyakit lain karena gejalanya yang samar. Pasien biasanya mengeluhkan kelelahan, penurunan berat badan, atau demam ringan – keluhan yang juga umum pada berbagai kondisi medis lain.
Kesalahan diagnosis ini membuat penanganan menjadi tertunda. Padahal, jika ditemukan lebih awal, CML dapat dikelola dengan baik melalui terapi target yang tersedia. Dokter menyarankan pemeriksaan darah rutin sebagai langkah deteksi dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gejala awal dan pentingnya skrining, diharapkan angka kesalahan diagnosis dapat ditekan. Edukasi publik juga menjadi kunci agar masyarakat lebih waspada terhadap kanker yang satu ini.