
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bontang memberikan klarifikasi terkait kasus meninggalnya seorang pasien anak yang sebelumnya diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurutnya, penyebab kematian tersebut tidak murni dari DBD, melainkan diperparah oleh adanya penyakit penyerta atau komorbid.
Dalam pernyataannya, Kadinkes menjelaskan bahwa pasien anak tersebut memiliki riwayat penyakit lain yang ikut memengaruhi kondisi kesehatannya. Hal ini menjadi faktor penting yang membuat penanganan medis menjadi lebih kompleks dan akhirnya berujung pada kondisi yang tidak diinginkan.
Pihak Dinas Kesehatan Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap penyebaran DBD. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.
Lebih lanjut, Kadinkes menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kasus DBD di wilayahnya. Kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kejadian serta fatalitas akibat penyakit ini.
Informasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman di masyarakat yang mungkin menganggap semua kasus kematian dengan gejala mirip DBD adalah murni akibat DBD. Dengan penjelasan yang transparan, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi sebenarnya dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu akurat.