
Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kian memburuk. Banyak warga yang mengeluhkan kesulitan bernapas dan kekambuhan penyakit asma.
Polusi udara yang diakibatkan oleh karhutla ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Sejumlah daerah melaporkan peningkatan jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dampak Kesehatan yang Semakin Terasa
Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla harus menghadapi risiko kesehatan serius. Partikel halus dari asap dapat masuk ke dalam paru-paru dan memicu berbagai masalah pernapasan.
- Batuk-batuk dan iritasi tenggorokan
- Sesak napas dan penurunan fungsi paru
- Kekambuhan asma pada penderita yang sudah ada
- Gangguan penglihatan akibat iritasi mata
Upaya Penanganan dan Imbauan
Pemerintah daerah setempat telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker N95 dianjurkan bagi yang harus beraktivitas di luar. Selain itu, warga diminta untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Tim gabungan masih terus berupaya memadamkan titik-titik api di berbagai lokasi. Namun, cuaca yang kering dan angin yang bertiup kencang membuat upaya pemadaman menjadi tantangan tersendiri.