
Kondisi udara yang tercemar kabut asap di sejumlah wilayah telah menyebabkan ribuan orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan data terbaru, tercatat lebih dari 4.600 jiwa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat polusi tersebut.
Warga yang terdampak mengaku sangat menderita karena harus beraktivitas di tengah udara berbahaya. “Kami benar-benar tersiksa dengan kondisi ini. Napas terasa sesak dan batuk tak kunjung reda,” keluh seorang warga.
Pemerintah daerah setempat telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Namun, keluhan terus bermunculan seiring dengan belum kunjung redanya kabut asap yang menyelimuti kawasan.
Dinas Kesehatan setempat terus memantau perkembangan kasus ISPA dan mengupayakan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi para pasien. Langkah antisipatif seperti pembagian masker gratis dan penyediaan obat-obatan juga telah dilakukan untuk menekan angka penderita.
Kondisi ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kualitas udara dan mencegah kebakaran hutan serta lahan yang menjadi penyebab utama kabut asap.