
Presiden Joko Widodo tak ambil pusing dengan polemik penggunaan font Times New Roman pada skripsinya yang dicetak pada tahun 1985. Ia menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan.
Penjelasan Mengenai Font Times New Roman
Menurut para pakar tipografi, font Times New Roman memang sudah populer dan banyak digunakan sejak tahun 1930-an. Jadi, tidak aneh jika pada tahun 1985, mahasiswa seperti Jokowi menggunakan font tersebut untuk menulis skripsi.
Tanggapan Publik
Sebagian masyarakat sempat mempertanyakan keaslian skripsi Jokowi karena font yang digunakan dianggap terlalu modern untuk tahun 1985. Namun, setelah penjelasan dari ahli, kekhawatiran tersebut perlahan mereda.
- Font Times New Roman dirancang pada tahun 1931 untuk surat kabar The Times.
- Font ini menjadi standar di banyak institusi akademik sejak pertengahan abad ke-20.
- Skripsi Jokowi menggunakan font yang lazim pada masanya.
Dengan demikian, tidak ada yang aneh atau mencurigakan dari penggunaan Times New Roman dalam skripsi Jokowi. Presiden pun lebih memilih untuk fokus pada tugas-tugas kenegaraan daripada meladeni kontroversi yang tidak berdasar.