
Jihan Nurlela, seorang pakar kesehatan, menekankan bahwa langkah awal yang paling krusial dalam menangani kanker adalah deteksi dini. Menurutnya, upaya penanganan penyakit mematikan ini tidak boleh hanya fokus pada pengobatan setelah penyakit parah, melainkan harus dimulai dari hulu, yaitu pencegahan dan identifikasi sejak dini.
Dalam sebuah diskusi yang dikutip dari Kupas Tuntas, Jihan menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin masih sangat rendah. Padahal, dengan deteksi dini, risiko kematian akibat kanker bisa ditekan secara signifikan. “Kanker yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih besar dibandingkan yang sudah lanjut,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik tentang faktor risiko kanker, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa lebih waspada dan mengambil langkah preventif sebelum kanker berkembang.
Langkah hulu yang dimaksud Jihan mencakup skrining rutin, vaksinasi (misalnya vaksin HPV untuk kanker serviks), serta gaya hidup sehat. Pemerintah dan tenaga kesehatan, lanjutnya, harus bersinergi untuk menyediakan akses yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini.
Artikel asli dari sumber obat.id menegaskan bahwa pergeseran paradigma dari kuratif ke preventif adalah kunci dalam perang melawan kanker. Dengan memulai dari hulu, beban penyakit dan biaya pengobatan yang mahal bisa dikurangi secara drastis.