
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling umum diderita oleh para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini terjadi akibat berbagai faktor, seperti paparan debu, perubahan cuaca ekstrem, dan sanitasi yang buruk di lokasi pengungsian.
Penyebab ISPA pada Korban Gempa
Setelah gempa, banyak korban yang terpaksa tinggal di tempat penampungan sementara. Lingkungan yang padat, kurangnya ventilasi, dan debu dari reruntuhan bangunan menjadi pemicu utama ISPA. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat stres dan kurangnya gizi juga memperparah kondisi ini.
Dampak ISPA pada Kesehatan
ISPA dapat menyebabkan gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius, seperti pneumonia. Oleh karena itu, penanganan medis yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi.
- Batuk kering atau berdahak
- Hidung tersumbat atau berair
- Demam ringan hingga tinggi
- Nyeri tenggorokan
- Sesak napas pada kasus berat
Pemerintah dan lembaga kemanusiaan telah berupaya menyediakan layanan kesehatan darurat, termasuk obat-obatan dan alat pelindung diri, untuk mengurangi risiko ISPA di kalangan korban gempa. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat juga terus digencarkan.