
Seorang dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mencuri perhatian di kancah internasional. Prestasi gemilang ini diraih berkat pengembangan sebuah robot canggih yang dirancang khusus untuk membantu proses pemulihan pasien stroke.
Robot rehabilitasi tersebut mengandalkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memberikan terapi yang lebih efektif dan personal. Inovasi ini dinilai sangat relevan mengingat tingginya angka penderita stroke yang membutuhkan rehabilitasi jangka panjang.
Penghargaan dari ASEAN dan Amerika Serikat
Karya inovatif ini berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang ASEAN–AS. Pengakuan dari dua kawasan besar ini menegaskan bahwa teknologi yang dikembangkan memiliki potensi besar dalam dunia medis, khususnya di bidang neurorehabilitasi.
Dampak Positif bagi Pasien Stroke
Dengan adanya robot berbasis AI ini, pasien stroke dapat menjalani latihan gerak yang lebih terstruktur dan termonitor. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi motorik serta meningkatkan kualitas hidup para penyintas stroke. Keberhasilan dosen ITS ini menjadi bukti nyata bahwa riset dan inovasi dalam negeri mampu bersaing di tingkat global.