Inovasi Produk ALOEBITE & BLUEBLOOM: Langkah Nyata Cegah Diabetes di Desa Kamal Bersama Tim PROMAHADESA UNEJ

Home blog Inovasi Produk ALOEBITE & BLUEBLOOM: Langkah Nyata Cegah Diabetes di Desa Kamal Bersama Tim PROMAHADESA UNEJ
Inovasi Produk ALOEBITE & BLUEBLOOM: Langkah Nyata Cegah Diabetes di Desa Kamal Bersama Tim PROMAHADESA UNEJ
Inovasi Produk ALOEBITE & BLUEBLOOM: Langkah Nyata Cegah Diabetes di Desa Kamal Bersama Tim PROMAHADESA UNEJ

Tim PROMAHADESA Kamal Universitas Jember (UNEJ) 2026 sukses menggelar program pembuatan dan pengemasan produk bernama ALOEBITE & BLUEBLOOM sebagai wujud kemandirian masyarakat dalam pencegahan diabetes. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kamal, dan menjadi salah satu upaya konkret untuk menekan angka penyakit tidak menular di wilayah pedesaan.

Produk ALOEBITE dan BLUEBLOOM dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah. ALOEBITE menggunakan bahan dasar lidah buaya yang dikenal kaya akan serat dan antioksidan, sementara BLUEBLOOM mengandalkan ekstrak bunga telang yang memiliki senyawa aktif antidiabetes. Kedua produk ini dikemas secara higienis dan modern agar mudah diterima oleh pasar.

Menurut koordinator tim, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan produk sehat, tetapi juga memberdayakan warga desa agar mampu mandiri secara ekonomi. Seluruh proses produksi hingga pengemasan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, hingga desain kemasan, semua dikerjakan bersama-sama.

Program ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa dan warga. Mereka mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengolah tanaman lokal menjadi produk bernilai jual tinggi yang sekaligus bermanfaat untuk kesehatan. Pencegahan diabetes menjadi fokus utama mengingat tingginya kasus penyakit ini di Indonesia.

Ke depannya, tim PROMAHADESA berharap produk ALOEBITE dan BLUEBLOOM dapat diproduksi secara berkelanjutan dan dipasarkan secara luas. Dengan demikian, desa Kamal bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis kearifan lokal yang bernilai ekonomis.